Apa itu Model Fit (Kecocokan Model)?
Model = gambaran hubungan antar variabel yang kita buat (misalnya: olahraga → kebugaran → sakit).
Data = hasil pengukuran nyata dari orang-orang.
Model fit menjawab pertanyaan:
Seberapa cocok cerita/ jalur yang dibuat model dengan pola yang benar-benar ada di data?
- Kalau fit bagus: model “tidak jauh” dari data.
- Kalau fit jelek: model “melenceng”, ada hubungan yang kurang/ kelebihan, atau arah hubungan salah.
Setelah model dibuat, apa yang biasanya dicek?
Evaluasi model biasanya mencakup:
- Besar & arah parameter (koefisien jalur)
Contoh: koefisien −0,196 artinya ketika variabel A naik, variabel B turun (hubungan negatif).
- Residual (sisa kesalahan)
Residual besar = model belum menjelaskan hubungan tertentu dengan baik.
- R^2 untuk variabel yang dipengaruhi (endogenous)
R^2 itu “berapa persen bisa dijelaskan model” (misal R^2 = 0,152 berarti 15,2% dijelaskan)).
- Global model fit (fokus materi ini)
Nilai ringkas untuk menilai kecocokan model secara keseluruhan.
Konsep inti: “Model sempurna (Exact fit) vs model kita”
Ada dua cara berpikir:
- Exact fit: model dianggap tepat sama dengan data (jarak = 0)
- Dalam praktik, kita sering cukup puas dengan close/ approximate fit: model tidak sempurna, tapi cukup dekat dan masuk akal
Model yang baik harus jauh lebih baik dari model terburuk, dan cukup dekat ke data.
Uji Chi-square (χ^2) = tes statistik “exact model fit”
- Apa yang diuji?
Chi-square menguji hipotesis:
- H0 (nol): model cocok tepat dengan data (perbedaan = 0)
- Kita berharap H0 tidak ditolak (artinya: tidak ada bukti kuat bahwa model jelek)
- Cara membaca hasilnya (versi sederhana)
- Jika p-value > 0,05 → biasanya dianggap fit oke (tidak menolak H0).
- Jika p-value ≤ 0,05 → biasanya dianggap model tidak cocok.
- Kenapa chi-square “kontroversial”?
Karena sangat sensitif terhadap ukuran sampel:
- Kalau sampel besar, kesalahan kecil pun bisa terdeteksi → model gampang “ditolak”.
- Kadang bisa terjadi hal aneh: kesalahan serius malah “lolos” atau kesalahan kecil malah “ditolak”
- Chi-square juga dipengaruhi hal lain (bukan murni salah model), misalnya:
- ukuran sampel
- nilai parameter
- jumlah indikator
Kesimpulan praktis: chi-square tetap dilihat, tapi jangan sendirian. Harus dibantu indeks lain.
Incremental Fit Indices (Relative Fit Indices)
Ide pembanding:
- Worst possible model = null/independence model (menganggap variabel-variabel tidak saling berhubungan)
- Best possible model = fully saturated model (fit sempurna)
Indeks “incremental” menilai: apakah model kita jauh lebih baik dibanding model terburuk atau tidak?
- TLI (Tucker-Lewis Index)
- Idealnya mendekati 1.
- Jauh < 1 → indikasi misspecification.
- Jauh > 1 bisa terjadi (sering disebut “overfitting”/efek perhitungan).
Intuisi: TLI melihat perbandingan “seberapa efisien” model memperbaiki fit dibanding baseline, dengan mempertimbangkan kompleksitas (df).
Intinya: Semakin dekat 1 → semakin bagus.
- CFI (Comparative Fit Index)
Menggunakan ide bahwa χ^2 − df merepresentasikan “ketidakcocokan” (non centrality).
- Semakin dekat 1 → semakin bagus.
- Baseline biasanya menganggap Σ diagonal (variabel tidak berkorelasi).
Logikanya: CFI menilai seberapa besar peningkatan model kita dibanding model yang “tidak menghubungkan apa-apa”.
Absolute Fit Indices: jarak dari fit sempurna
Absolute fit menganggap model terbaik punya nilai fit = 0, lalu mengukur jarak dari kondisi sempurna itu.
- RMSEA (Root Mean Square Error of Approximation)
RMSEA = rata-rata “kesalahan pendekatan” per derajat kebebasan.
Patokan:
- 0 = sempurna
- < 0,05 = well-fitting
- < 0,08 = reasonable approximation
- > 0,10 = not acceptable
- RMSEA dan CI 90%
RMSEA juga sering dilaporkan dengan CI 90% (batas bawah & atas):
Jika RMSEA terestimasi 0, batas bawah CI bisa 0 juga—itu artinya “ketidakcocokan tidak melewati batas close fit”, bukan berarti model benar-benar sempurna.
Ada juga “tes close fit”:
Jika p-value uji ini besar → mendukung close fit.
Contoh: menilai fit dari hasil output
Output (hasil “fit.measures”):
Penjelasan:
- Chi-square = 5,937, df = 4, p = 0,204
Karena 0,204 > 0,05, maka tidak menolak H0 → secara chi-square, model cocok.
- Baseline
Artinya model “tanpa hubungan” itu jelas buruk—ini yang membuat CFI/TLI bisa tinggi jika model kita jauh lebih baik.
- CFI = 0,988
Sangat dekat 1 → bagus.
- TLI = 0,969
Dekat 1 → bagus.
- RMSEA = 0,036, CI 90%: 0,000 sampai 0,092
- 0,036 < 0,05 → baik
- Batas atas 0,092 masih mendekati area “cukup” (karena <0,10), jadi masih masuk akal
- P-value RMSEA ≤ 0,05 = 0,582 → mendukung “close fit”
- R^2
Artinya: struktur hubungan tidak bertentangan dengan data, tapi kemampuan menjelaskan variasi variabel itu masih terbatas (mungkin ada faktor lain di luar model).
- fitness: 0,152 (15,2%)
- stress: 0,062 (6,2%)
- illness: 0,174 (17,4%)
Kesimpulan contoh: model ini fit-nya baik/ cocok dengan data berdasarkan kombinasi indikator.
Cara cepat menilai model fit
Kalau kamu melihat output SEM, lakukan urutan ini:
- Lihat Chi-square p-value
p > 0,05 → mendukung fit (tapi jangan puas dulu)
- Lihat CFI & TLI
makin dekat 1 → makin bagus
- Lihat RMSEA + CI
< 0,05 bagus; < 0,08 masih oke; > 0,10 jelek
0 komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan baik dan sopan ya ^^