2/27/2026

Pemahaman dasar sebelum belajar SEM

Tujuan:

- Memahami apa itu skalar, vektor, dan matriks
- Mengerti cara melakukan operasi dasar pada matriks (penjumlahan, perkalian dengan skalar, perkalian matriks)
- Mengetahui konsep identitas, invers, transpose, dan determinan pada matriks
- Memahami konsep eigenvalues dan eigenvectors


1. Skalar, Vektor, dan Matriks

- Skalar: hanya satu bilangan, misalnya 5, -3, 2,7

- Vektor: kumpulan bilangan yang disusun dalam baris (vektor baris) atau kolom (vektor kolom).

Contoh vektor kolom:


Contoh vektor baris:


- Matriks: kumpulan beberapa bilangan yang disusun dalam baris dan kolom.

Misalnya matriks 2 baris, 3 kolom (2x3):


2. Penjumlahan Matriks

Jika dua matriks memiliki ukuran yang sama (misalnya keduanya 2x3), kita bisa menjumlahkan elemen per elemen.

Rumus:

jika C = A + B, maka untuk setiap i dan j,



Contoh (A dan B 2x2):


maka


3. Perkalian Matriks dengan Skalar

Jika kita mengalikan matriks A dengan bilangan skalar k, setiap elemen matriks itu dikalikan dengan k.

Misalnya: k⋅A

Contoh:


4. Perkalian Matriks

Hasil perkalian matriks hanya bisa jika jumlah kolom matriks pertama sama dengan jumlah baris matriks kedua.

Misal A ukurnya m x n, B ukurnya n x r, maka hasilnya C berukuran m x r.

Rumus elemen: untuk setiap i (baris) dan j (kolom),


Contoh (2x2 × 2x2):

Catatan: umumnya AB ≠ BA (tidak komutatif), bahkan kadang AB ada tapi BA tidak.


5. Identitas dan Invers

- Identitas matriks (I)

I adalah matriks khusus seperti “nol di semua tempat” kecuali diagonal utama (1 pada posisi i,i).

Misalnya identitas 2x2 dan 3x3:


Perkalian dengan identitas tidak mengubah matriks: AI=IA=A (asal ukurannya cocok).

- Invers matriks

Matriks A dikatakan invertible (non-singular) jika ada matriks B sehingga AB=BA=I.

Hanya matriks tertentu yang punya invers. Jika det(A) = 0, maka A tidak punya invers.

Contoh 2x2 inverse:

atau


adj(A) adalah transpose dari matriks kofaktor.


6. Determinan

Determinan adalah sebuah angka yang memberi tahu apakah suatu matriks bisa dibalik/invers dan seberapa “besar” pengaruh transformasinya.

Untuk matriks 2x2:


Syarat invertibel: 

Jika det(A) ≠ 0 → A invertible (punya invers)

Jika det(A) = 0 → A singular (tidak punya invers)

Hubungan singkat: semakin besar det(A), transformasi matriksnya bisa “mengubah skala” lebih kuat.

Untuk matriks 3×3:

Pilih baris/kolom, lalu “pecah” jadi determinan 2×2 (minor) dengan tanda


Intinya: 3×3 dihitung lewat kombinasi 2×2.

Teorema cepat:

det(A^T) = det(A)

Jika A segitiga (upper/lower triangular), det(A) = hasil kali diagonalnya

Ada baris/kolom semua nol atau dua baris sama → det(A) = 0


7. Transpose

Transpose artinya menukar baris dan kolom.

Simbolnya A^T.

Contoh:


Aturan penting:

(A^T)^T = A

(αA)^T = α A^T

(A+B)^T = A^T + B^T

(AB)^T = B^T A^T (ini perlu diingat karena urutannya penting)


9. Eigenvalues dan Eigenvectors 

Ide inti: cari sebuah skalar λ (eigenvalue) dan vektor x (eigenvector) sedemikian rupa sehingga


Artinya, jika kita mengalikan vektor x dengan matriks A, hasilnya hanya skalar kelipatan dari x.

Contoh (matriks diagonal):


Eigenvaluesnya adalah λ1 = 4 dengan eigenvector x1 = (1,0), dan λ2 = -3 dengan eigenvector x2 = (0,1).




This entry was posted in

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan baik dan sopan ya ^^

View My Stats