Structural Equation Modeling (SEM) itu apa?
SEM memiliki banyak jenis, dikenal juga sebagai:
- Structural Equation Modeling (SEM)
- Covariance Structure Analysis
- Structural modeling
- LISREL modeling
- Latent variable modeling
Makna sederhananya:
SEM adalah cara membuat model untuk menjelaskan hubungan antar banyak variabel sekaligus. Jadi bukan cuma “X mempengaruhi Y”, tetapi bisa “X mempengaruhi Y lewat Z”, bahkan melibatkan konsep yang tidak terlihat langsung (variabel latent).
SEM dipakai untuk apa?
SEM adalah metode yang dipakai untuk menemukan hubungan dalam data.
Fitur penting SEM:
- Memperhitungkan kesalahan pengukuran (measurement error)
Contoh: skor ujian tidak 100% mencerminkan “pintar”, karena bisa dipengaruhi tegang, kurang tidur, salah baca soal, dll.
- Bisa membuat model yang kaya dengan “latent construct” (konsep yang tidak terlihat langsung).
- Ada tes “model fit” (SEM tidak hanya menghitung koefisien tetapi juga mengecek seberapa cocok model kita dengan data).
- Model di-fit ke matriks kovarians/korelasi (SEM lebih fokus pada pola hubungan antar variabel (kovarians/korelasi), bukan hanya menebak nilai Y per individu).
Variabel: yang terlihat/teramati vs yang tersembunyi
- Variabel teramati (observed/manifest): variabel yang bisa kita lihat langsung dari data, misalnya skor tes, jawaban kuis, jawaban kuesioner.
- Konstruk tersembunyi (latent): konsep yang tidak bisa diukur persis dengan satu angka. Contoh: motivasi belajar, sikap terhadap matpel, kemampuan matematika, dll.
Latent biasanya diukur dengan beberapa indikator:
- Proficiency/kemampuan (mis. matematika, bahasa)
- Attitude/sikap (mis. sikap terhadap belajar)
- Perception/persepsi (mis. cara memandang aturan)
Analoginya:
Bayangkan “motivasi belajar”, kita tidak bisa melihatnya langsung, tapi bisa menilai dari beberapa indikator: apakah siswa bersemangat, tidak mudah menyerah, mau mengulang tugas, dsb. Indikator-indikator itu adalah variabel observed yang membantu kita menilai latent construct.
Perbedaan fokus: Regresi OLS vs SEM
- Regresi OLS (fokus ke “kasus per kasus”)
Contoh: kita punya banyak siswa (banyak data).
Biasanya:
- 1 variabel jadi hasil (misalnya nilai matematika Y)
- 1 variabel jadi prediktor (misalnya jam belajar X)
Model garis lurus:
Makna:
Lalu kenapa kita butuh “error” di regresi?
Karena data nyata tidak rapi di garis lurus.
Maka ada error untuk tiap data siswa:
Sumber error:
- kesalahan ukur (misalnya nilai ujian dipengaruhi faktor teknis)
- ada variabel penting yang tidak dimasukkan (misalnya kualitas tidur)
- variasi alami (setiap orang beda)
- Statistical error dan Residual
Statistical error
Residual
Konsep kovarians
“hubungan gerak bersama”, ini bagian yang jadi ciri SEM.
- Apa itu kovarians
Kovarians tujuannya untuk melihat apakah dua hal cenderung naik bersama atau satu naik yang lain turun.
Contoh:
-- Jam belajar dan nilai matematika:
kalau jam belajar naik, nilai cenderung naik → kovarians positif
-- Waktu main game dan waktu belajar:
kalau waktu main game naik, belajar turun → kovarians negatif (seringnya)
- Perubahan fokus utama SEM
Di SEM, kita tidak meminimalkan error untuk tiap siswa seperti OLS.
SEM fokusnya:
- Membandingkan kovarians dari data (sample covariance) dengan kovarians yang diprediksi model.
- Tujuannya untuk membuat keduanya sedekat mungkin.
Persamaan “penting” di SEM
Σ = kovarians populasi dari variabel yang kita amati
θ = parameter model (angka-angka yang ingin kita cari, misalnya “seberapa kuat pengaruh A ke B”)
Σ(θ) = kovarians yang diprediksi oleh model, berdasarkan parameter θ
Ide besarnya:
- Data punya “pola hubungan” (kovarians).
- Model kita juga menghasilkan “pola hubungan” yang seharusnya.
- SEM mengecek: apakah pola model cocok dengan pola data?
-- Kalau cocok → model “fit”.
-- Kalau tidak cocok → model perlu diperbaiki.
Jenis-jenis SEM
1. Path Analysis
Ciri:
- biasanya hanya variabel observed
- fokus pada panah sebab-akibat antar variabel terukur
Contoh:
Rumus:
Penjelasan:
Jenis kelamis (x1) → bisa memengaruhi Waktu belajar (y1) dan/atau Nilai (y2)
Waktu belajar (y1) → memengaruhi Nilai (y2)
- Direct effect, indirect effect, total effect (konsep efek)
SEM/path analysis bisa membedakan:
-- Direct effect (pengaruh langsung): A → C langsung
-- Indirect effect (pengaruh tidak langsung): A memengaruhi C lewat perantara B: A → B → C
-- Total effect (pengaruh total) = direct + indirect
Contoh dari gambar:
Waktu belajar (y1) → Nilai (y2) itu direct.
Jenis kelamin (x1) → Waktu belajar (y1) → Nilai (C) itu indirect.
Total = pengaruh langsung + lewat waktu belajar.
2. Confirmatory Factor Analysis (CFA) / Measurement Model
Contoh dua faktor:
Penjelasan:
- Ada latent variable (“Affect”, “Confidence”)
- Latent dihubungkan ke indikator observed (misalnya item kuesioner “enjoy”, “bored”, “like”, dll.)
- Tidak menspesifikkan hubungan sebab-akibat antar latent (fokusnya “mengukur dengan benar”)
- Berguna untuk membuat/mengecek skala (scale development)
Inti CFA: Apakah kuesioner/soal-soal ini benar-benar mengukur konsep yang sama atau tidak?
3. Structural Model
Mirip dengan CFA/measurement model, tapi ditambah hubungan antar latent.
Contoh dua faktor:
Penjelasan:
- Affect memprediksi Confidence (Affect → Confidence)
- Masing-masing latent tetap diukur oleh beberapa item observed
Intinya: Tidak hanya “alat ukurnya benar”, tapi juga “hubungan antar konsepnya benar”.
4. Latent Growth / Change Model
Tujuan: mempelajari perubahan dari waktu ke waktu.
Contoh:
Penjelasan:
Nilai matematika di semester 1, 2, 3, 4.
Kita ingin tahu:
- tingkat awal (mulainya di mana)
- laju pertumbuhan (naiknya cepat atau lambat)
Intinya: SEM bisa memodelkan “perkembangan” bukan cuma “snapshot sekali”.
Kapan SEM berguna?
SEM berguna untuk:
- menguji teori (apakah teori/ model hubungan A→B→C yang kita yakini didukung data)
- memvalidasi alat ukur (kuesioner/ tes)
- mengembangkan teori (eksplorasi)
- mempelajari direct & indirect effects
Evolusi & Notasi LISREL
SEM berkembang dari path analysis ke model LISREL (Linear Structural Relations).
Di kelas/notasi, sering dipakai huruf Yunani (Greek letters) seperti β, λ, ϕ, θ, dll.
Referensi
Bollen, K. A. (1989). Structural equations with latent variables. New York: Wiley.
Kline, R. B. (2016). Principles and practice of structural equation modeling (4th ed.). New York: Guilford Press.
0 komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan baik dan sopan ya ^^