Apa itu path analysis (analisis jalur)?
Path analysis adalah cara memodelkan hubungan sebab–akibat antar variabel dengan diagram panah, lalu menghitung seberapa kuat pengaruhnya.
- Variabel eksogen (exogenous): variabel “penyebab awal” (tidak dijelaskan oleh variabel lain di model), biasanya ditulis x.
- Variabel endogen (endogenous): variabel “akibat” (dipengaruhi variabel lain di model), biasanya ditulis y.
- Panah satu arah A→B: “A memengaruhi B” (efek langsung).
- Error/gangguan (disturbance), sering ditulis ζ: faktor lain yang memengaruhi y tapi tidak kita masukkan ke model.
Intinya: kita tidak cuma ingin tahu “ada hubungan/ tidak”, tapi juga besarnya pengaruh dan struktur penyebabnya.
Jenis parameter: free, fixed, constrained
Di model, ada angka-angka yang disebut parameter (yang mau kita tentukan nilainya).
- Free (diestimasi)
Angka belum diketahui, jadi akan dicari dari data.
- Fixed (ditetapkan)
Angka sudah ditentukan dari awal, seringnya 0.
Misal: kita putuskan “tidak ada pengaruh langsung”, jadi panahnya = 0.
- Constrained (dibuat sama)
Dua parameter dipaksa bernilai sama.
Contoh: pengaruh x → y1 disamakan dengan pengaruh x → y2.
Model Identification (Identifikasi)
Hal paling penting sebelum mulai menghitung parameter, kita harus bertanya:
Dari informasi data (kovarians populasi) Σ dan model yang kita buat Σ(θ), apakah kita bisa menemukan nilai parameter θ secara unik?
Analogi:
Kalau kita punya persamaan: x + y = 10, maka solusinya banyak: bisa (5,5), (1,9), (3,7), dll. Ini artinya tidak unik → “tidak teridentifikasi”.
Dalam model statistik, data memberi kita “informasi” (hubungan variabel yang bisa dihitung).
Pertanyaannya: informasi itu cukup tidak untuk menentukan semua parameter secara unik?
Kalau tidak cukup → hasil hitungan bisa “bingung” (banyak kemungkinan), sehingga estimasi tidak jelas.
3 tingkat identifikasi
- Underidentified (tidak teridentifikasi)
Informasi dari data kurang → ada parameter yang tidak bisa ditentukan unik.
- Just identified (cukup)
Informasi cukup → semua parameter bisa ditentukan, tapi model jadi “pas sekali”.
- Overidentified (lebih dari cukup)
Informasi lebih banyak dari yang dibutuhkan → masih bisa ditentukan unik, dan ini biasanya memungkinkan kita mengecek kecocokan model (model fit).
“Known” dan “Unknown” dalam identifikasi
- Known (yang dianggap sudah diketahui/terukur dari data):
- varians dan kovarians antar variabel yang kita amati
- ini bisa dihitung dari data (misalnya dari tabel kovarians/ estimas dari sampel tersedia)
- Unknown (yang ingin dicari):
- koefisien jalur/ regresi (β, γ)
- varians/ korelasi error (Ψ)
- varians/ kovarians eksogen (Φ)
Model teridentifikasi kalau semua unknown bisa ditulis/ dihitung secara unik dari yang known.
Aturan “normalisasi” (pembatas awal yang wajib/ umum)
Pembatas penting supaya model “masuk akal”:
- Di matriks B, diagonal utama dibuat 0
Artinya: variabel endogen (yang dipengaruhi) tidak boleh memengaruhi dirinya sendiri secara langsung.
- Koefisien untuk “error/disturbance” dibuat seperti identitas (di-set agar skalanya jelas)
Intinya “error” itu tidak terlihat, jadi perlu “patokan ukuran”.
Dua cara umum:
- memperbaiki varians error (misal jadi 1), atau
- koefisien tertentu dibuat 1 supaya skalanya sama dengan variabelnya.
Apa saja yang sebenarnya ingin “dipecahkan”?
Targetnya adalah solusi unik untuk:
- Φ: varians & kovarians variabel eksogen
- Ψ: varians & kovarians disturbance/error
- B: koefisien regresi antar endogen (panah y→y)
- Γ: koefisien regresi dari eksogen ke endogen (panah x→y)
Lalu ditanya: bisa tidak semuanya diselesaikan dari Σ?
Contoh:
Penjelasan:
- y1 = suka matematika
- y2 = nilai matematika
- x1 = jenis kelamin
Misal modelnya:
- x1 memengaruhi y1
- y1 memengaruhi y2
Lalu kita punya data yang bisa menghitung:
- VAR(y1), VAR(y2), VAR(x1)
- COV(y1,y2), COV(x1,y1), COV(x1,y2)
Dari informasi itu, kita cek apakah:
koefisien (misal pengaruh y1 → y2) dan varians error bisa dihitung tanpa ambigu.
Hitung:
Kesimpulan: model teridentifikasi.
Aturan/tes identifikasi untuk model yang lebih rumit
1. t-rule (perlu, tapi belum cukup)
Aturan ini membandingkan:
- t = jumlah parameter bebas yang mau diestimasi
- jumlah informasi unik dalam matriks kovarians untuk semua variabel teramati
Rumus:
dengan:
- p = jumlah variabel endogen
- q = jumlah variabel eksogen
Makna:
- Kalau t terlalu besar, informasi dari data tidak cukup (kalau parameter lebih banyak daripada informasi) ⇒ pasti bermasalah.
- Tapi kalau lolos t-rule, belum otomatis teridentifikasi (makanya perlu, tapi belum cukup).
2. Null B rule (cukup, tapi tidak wajib)
Jika B=0, artinya: tidak ada hubungan antar variabel endogen (tidak ada panah y → y).
Ini mirip kasus regresi linear biasa (atau multivariat). Dalam kondisi itu, identifikasi biasanya aman (aturan ini cukup, tapi tidak selalu harus B = 0 untuk bisa teridentifikasi).
3. Recursive rule (cukup, tapi tidak wajib)
Model recursive itu seperti alur satu arah (tidak ada “balik arah/feedback”)
Syaratnya:
- B berbentuk segitiga bawah (lower triangular): hubungan endogen mengalir satu arah (tidak ada feedback).
- Ψ diagonal: error antar persamaan tidak berkorelasi.
Jika terpenuhi, model biasanya teridentifikasi.
4. Order & Rank conditions (untuk model non-recursive)
Dipakai saat ada struktur yang tidak searah ( ada feedback/ hubungan bolak-balik atau error berkorelasi).
Asumsi umum saat memakai ini, misalnya:
- tidak ada measurement error
- x tidak berkorelasi dengan ζ
- (I−B) nonsingular
- biasanya diasumsikan tidak ada pembatas pada Ψ (semua korelasi error diizinkan) ketika mengecek Order & Rank (O&R).
a. Order condition (perlu, tidak cukup)
Dicek per persamaan:
- Bentuk matriks tertentu lalu hitung jumlah nol (0) pada baris persamaan itu
- Jika sebuah baris punya setidaknya (p−1) nol ⇒ persamaan itu lolos order condition
Contoh:
setidaknya satu angka 0 dari ini?
Kalau gagal order condition ⇒ underidentified.
b. Rank condition (perlu & cukup)
Masih per persamaan:
- Setelah membentuk matriks (anggap proses membentuk C, memodifikasi jadi 0/1, menghapus baris/kolom tertentu), dicek apakah rank-nya memenuhi target
- Kriteria: jika rank (Ci) = p−1, maka persamaan ke-i teridentifikasi
Contoh:
selanjutnya, rank suatu matriks adalah jumlah baris (atau kolom) independen.
Hasilnya: persamaan memenuhi rank condition ⇒ model teridentifikasi.
Catatan penting soal “restrictions” (pembatas) pada korelasi error: Order & rank condition sering mengasumsikan error bisa saling berkorelasi (tidak dibatasi). Kalau kenyataannya kita memberi pembatas pada error (misal beberapa korelasi error dipaksa 0), bisa terjadi:
- kelihatan gagal order/rank
- tapi sebenarnya masih bisa teridentifikasi dengan cara lain
Rigdon’s graphical identification rules (aturan grafis)
Ini aturan identifikasi berbasis gambar model, khususnya untuk non-recursive.
Konsep utamanya: cari “instrument unik”.
Instrument = variabel yang membantu “membedakan” pengaruh, karena dia memengaruhi salah satu variabel tapi tidak langsung memengaruhi yang lain (secara sederhana: jadi “pembeda”).
Pola yang dibahas:
- Bow pattern (hubungan teridentifikasi jika Y1 punya instrument unik)
- Feedback tanpa error berkorelasi (teridentifikasi jika Y1 atau Y2 punya instrument unik)
- Feedback dengan error berkorelasi (teridentifikasi jika keduanya (Y1 dan Y2) punya instrument unik)
Instrument unik: variabel yang memengaruhi salah satu (mis. Y1) tetapi tidak “langsung ikut memengaruhi” yang lain dengan cara yang sama, sehingga membantu “memisahkan” arah pengaruh.
Ringkasan
Identifikasi: apakah parameter bisa ditentukan unik dari Σ?
Ada 3 status: under/ just/ over
Cara cek:
- t-rule: cek jumlah informasi vs jumlah parameter (perlu, belum cukup)
- Null B atau Recursive: kondisi kuat yang membuat identifikasi aman (cukup)
- Order (perlu) & Rank (perlu + cukup): cek per persamaan untuk non-recursive
- Rigdon (grafis): aturan perlu+cukup berbasis diagram, fokus pada instrument unik
Referensi
Bollen, K. A. (1989). Structural equations with latent variables. New York: Wiley.
Kline, R. B. (2016). Principles and practice of structural equation modeling (4th ed.). New York: Guilford Press.
0 komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan baik dan sopan ya ^^