3/17/2026

Literature review dalam penelitian

Literature review adalah ringkasan tertulis dari artikel jurnal, buku, dan dokumen lain yang mendeskripsikan kondisi pengetahuan masa lalu dan saat ini tentang suatu topik, mengorganisasi literatur ke dalam subtopik/ tema, dan menunjukkan kebutuhan untuk studi yang diusulkan seperti gap, konflik, keterbatasan riset yang ada (Creswell & Guetterman, 2019).

Dalam bentuk riset yang paling ketat, review terutama didasarkan pada artikel jurnal hasil penelitian, tetapi bisa juga memasukkan buku, makalah konferensi, dan dokumen pemerintah.


Enam langkah melakukan literature review

Creswell dan Guetterman (2019) merangkum proses literature review jadi 6 langkah saling terkait:

  • Mengidentifikasi kata kunci
  • Menemukan literatur terkait
  • Mengevaluasi secara kritis dan menyeleksi literatur
  • Mengorganisasi literatur (catatan, abstrak)
  • Mensintesis literatur dan membuat literature map (peta literatur)
  • Menulis literature review tertulis


Langkah 1: Mengidentifikasi kata kunci

Tujuannya untuk menyempitkan topik jadi beberapa istilah kunci (1–2 kata) yang akan dipakai untuk mencari literatur di katalog dan database.

Strategi yang disarankan:

1. Tulis judul kerja (working title)

Ambil 2–3 kata paling penting dari judul itu sebagai kata kunci. Judul ini bersifat sementara, boleh diubah seiring proses riset.

2. Tulis satu pertanyaan riset umum

Setelah menulis pertanyaan lalu pilih 2–3 kata di dalamnya yang paling mewakili arah studi.

3. Gunakan istilah dari teori atau konsep di literatur

Misal literatur bicara tentang “social support” atau “learning styles”. Istilah‑istilah ini bisa langsung dipakai sebagai kata kunci.

4. Mulai dari database online (misal Scopus, ERIC)

Masukkan kata kunci awal, lihat artikel yang muncul, dan persempit lagi bila terlalu banyak hasil (tambah kata kunci lagi).


Langkah 2: Menemukan literatur

1. Mengutamakan perpustakaan akademik

Creswell dan Guetterman (2019) menyarankan mulai dari perpustakaan perguruan tinggi karena koleksinya lebih lengkap dan terstruktur dibanding perpustakaan umum.

Sumber utama di perpustakaan akademik:

a. Database elektronik (paling penting):

  • ERIC (khusus pendidikan)
  • Google Scholar, Web of Science, JSTOR (umum)
  • database lain (PsycINFO, sosiologi, dsb.)

b. Abstrak dan indeks:

Seri abstrak per bidang (mis. Educational Administration Abstracts) dan indeks seperti Education Index.

c. Summaries (ringkasan):

  • Ensiklopedia pendidikan
  • Kamus/ metodologi (mis. SAGE Dictionary)
  • Handbooks
  • Indeks statistik (Digest of Educational Statistics)
  • Jurnal review seperti Review of Educational Research

d. Buku:

Terutama buku yang merangkum riset atau diskusi konseptual.

e. Jurnal dan publikasi terindeks:

  • Artikel jurnal (refereed/ non‑refereed, nasional/ internasional)
  • Makalah konferensi, tesis, disertasi, publikasi asosiasi profesional

f. Early-stage material:

  • Draf makalah, newsletter asosiasi, makalah di website
  • Standar kualitas pada sumber ini biasanya paling rendah, jadi perlu hati‑hati

2. Internet dan database umum

Internet memudahkan akses 24 jam, tapi tidak semua materi berkualitas. Kelebihannya adalah mudah, cepat, banyak informasi. Sedangkan kekurangannya adalah kualitas kadang tidak diseleksi, perlu cek kredibilitas (penulis, standar review, dsb.). 

Tips menilai kredibilitas artikel online:

  • Apakah dipublikasikan di jurnal online peer‑reviewed?
  • Apakah penulis dikenal dan punya publikasi di jurnal buku bereputasi?
  • Apakah website punya standar seleksi?
  • Tanyakan ke dosen/ pembimbing bila ragu

3. Primary dan secondary sources

  • Primary sources adalah laporan asli oleh peneliti yang melakukan studi. Contoh: artikel riset di jurnal
  • Secondary sources adalah rangkuman/ sintesis dari primary sources. Contoh: handbooks, ensiklopedia, artikel review sistematik

Saran:

  • Untuk ditulis dalam review, utamakan primary sources, karena memberi detail penelitian, menyajikan pandangan penulis asli
  • Secondary berguna di awal untuk mendapat gambaran luas dan menemukan referensi kunci


Langkah 3: Mengevaluasi dan menyeleksi literatur

Setelah menemukan banyak sumber, kita perlu memilih mana yang layak dipakai.

1. Menilai kualitas

  • Beberapa pedoman yang perlu diperhatikan adalah prioritaskan artikel jurnal yang direview (refereed), ada dewan editor dan reviewer dari berbagai institusi
  • Gunakan sistem prioritas seperti jurnal refereed, jurnal non‑refereed, buku, makalah konferensi, tesis, disertasi, dan artikel non‑review di website
  • Pastikan itu benar‑benar research dengan melihat ada pertanyaan, pengumpulan data, hasil/kesimpulan yang berbasis data
  • Termasuk riset kuantitatif dan kualitatif, meski studi kita cuma pakai salah satunya, literatur dari kedua jenis tetap berguna

2. Menilai relevansi

Pertimbangan relevansi:

Topik, apakah sama dengan topik studi kita?

  • Individu/situs, apakah meneliti jenis partisipan/ lokasi yang mirip dengan rencana kita?
  • Masalah/pertanyaan, apakah mengkaji problem yang sama? dan menjawab pertanyaan serupa?
  • Aksesibilitas, apakah dapat diakses melalui perpustakaan/website? dan mudah diperoleh?

Kalau mayoritas ya, sumber itu layak dimasukkan ke review.


Langkah 4: Mengorganisasi literatur

Begitu sumber terkumpul dan sudah diseleksi, kita perlu sistem untuk menyimpan dan mencatatnya.

1. Menyimpan file dan referensi

  • Unduh artikel (PDF/ HTML), scan, atau fotokopi.
  • Simpan dengan sistem yang jelas, misalnya folder komputer, diberi nama penulis_tahun atau di program manajemen referensi (EndNote, Mendeley, Zotero, RefWorks)
  • Copyright umumnya hanya mengizinkan 1 artikel lengkap difotokopi untuk keperluan pribadi

Program referensi memudahkan menyimpan PDF, meng‑export sitasi ke format APA dsb.

2. Membuat catatan dan abstrak

Catatan informal dengan cara tulis poin penting (pertanyaan, jenis data, hasil utama), dan sertakan sitasi lengkap.

Abstrak sistematis (lebih disarankan) dengan cara menulis ringkasan ± sampai 350 kata per studi yang mecangkup problem penelitian, pertanyaan/ hipotesis (kuantitatif) atau pertanyaan (kualitatif), prosedur pengumpulan data, dan hasil/ temuan utama.


Langkah 5: Mensintesis literatur & membuat literature map

Kesalahan umum pemula hanya membuat daftar kronologis seperti studi A menemukan ini, lalu studi B, kemudian C… tanpa mengorganisasi ke dalam konsep/ tema besar.

1. Sintesis berdasarkan konsep/ tema

Gunakan catatan/ abstrak sebelumnya untuk mengelompokkan studi berdasarkan konsep kunci (misal: “peran orang tua”, “undangan guru”, “self‑efficacy”). Bisa mulai dengan tabel sederhana, kolom 1: konsep/ tema dan kolom 2: daftar studi yang terkait. Ini akan jadi fondasi struktur review tertulis nantinya.

2. Literature map (peta literatur)

Literature map adalah gambar/ bagan yang menampilkan studi‑studi utama pada suatu topik, beserta hubungan antar kelompoknya.

Fungsinya untuk membantu kita melihat tema besar dan tumpang tindih informasi, memposisikan studi kita di dalam “peta”, dan menunjukkan bagaimana studi kita menambah/memperluas literatur yang ada.

Bentuk peta bisa bermacam‑macam:

  • Hierarkis (atas–bawah): topik luas di atas, turun ke subtopik dan studi contoh (contoh Hovater soal pelatihan guru multikultural)
  • Sirkular: lingkaran yang saling terhubung
  • Sequential: menunjukkan bagaimana literatur menyempit menuju studi yang diusulkan

Pedoman membuat literature map:

  • Letakkan kata kunci/ topik di bagian atas/ inti
  • Kelompokkan studi ke dalam 3–4 kelompok tema utama
  • Beri label tiap kotak (label itu kelak bisa jadi subjudul di review)
  • Kembangkan cabang sedalam mungkin (beberapa area mungkin punya lebih banyak studi)
  • Tambahkan kotak “proposed study/ studi saya” di bagian bawah/ samping, dan hubungkan dengan cabang yang relevan


Langkah 6: Menulis literature review

Setelah literatur dipilih, dicatat, disintesis, dan dipetakan, barulah kita menyusun ringkasan tertulis.

Dua kelompok utama:

  • Gaya dan format (style manual, rujukan, heading)
  • Strategi penulisan (panjang review, tipe review, penutup review)

1. Style manual dan sitasi

Penulis menekankan pentingnya memakai style manual baku, agar format referensi konsisten dan pembaca mudah mengikuti pola tulisan.

Beberapa style manual yang disebut:

  • APA (American Psychological Association) – paling umum di pendidikan
  • Chicago Manual of Style
  • Turabian

Tiga hal utama dari APA yang ditekankan:

a. End‑of‑text references 

Daftar referensi di akhir laporan; diurut alfabetis; double‑spaced.

b. Within‑text references (sitasi di dalam teks)

  • Pola penulisan nama (1 penulis, banyak penulis, organisasi) dijelaskan
  • Anjuran sitasi sumber asli, bukan “Smith, dikutip dalam Theobald”

c. Headings

  • Memberi struktur logis pada teks, seperti topik di outline
  • Menurut APA, maksimal ada 5 level heading, tapi kebanyakan studi pendidikan pakai 2–3 level saja.

Contoh dua level heading di literature review:

  • Level 1 (tengah, bold): Review of the Literature
  • Level 2 (rata kiri, bold): Introduction, Social Support Research, dsb.

2. Panjang (extent) literature review

Panduan umum panjang literature review:

a. Disertasi/ tesis

Biasanya sangat luas; menelusuri hampir semua sumber sejak awal munculnya topik.

b. Proposal penelitian

Umumnya 10–30 halaman (bisa bervariasi); fungsinya untuk membangun kerangka studi dan mendokumentasikan pentingnya masalah.

c. Artikel jurnal

Lebih pendek karena batas kata. Review kuantitatif biasanya di bagian khusus “Review of the Literature”. Dalam kualitatif, review sering lebih singkat dan kadang menyatu dengan pendahuluan.

d. Untuk rentang waktu literatur

  • Disertasi/ tesis muncul sejak awal topik muncul
  • Proposal/ artikel: fokus 10 tahun terakhir, kecuali studi klasik yang sangat berpengaruh.

3. Tipe literature review

Tiga model utama:

a. Thematic review (berdasarkan tema)

  • Mengidentifikasi tema, lalu secara singkat mengutip beberapa studi untuk mendukung tiap tema
  • Tidak membahas tiap studi secara rinci
  • Sering dipakai di artikel jurnal dan juga di tesis/ disertasi
  • Cirinya di bawah satu subjudul tema, ada beberapa sitasi yang menguatkan ide besar

b. Study‑by‑study review

Setiap studi diringkas satu per satu secara lebih rinci (problem, pertanyaan, data, hasil). Namun tetap dikelompokkan di bawah tema besar.

Contoh: review McAllister & Irvine (2000) di Review of Educational Research yang membahas tiap studi tentang model identitas ras Helm satu‑per‑satu.

c. Systematic review/ research synthesis

Pendekatan formal dan sistematis untuk merumuskan problem dan variabel, mencari semua studi terkait, mengekstrak data, mengevaluasi kualitas studi, dan mengintegrasikan hasil ke dalam pernyataan terpadu (kadang dengan statistik: meta‑analysis).

Contoh: Dipandu oleh tahapan Cooper dkk.: problem formulation → literature search → data extraction → data evaluation → analysis & interpretation → public presentation.

4. Menutup (concluding) literature review

Penutup literature review punya dua tujuan utama:

a. Merangkum tema utama dengan mengidentifikasi 3–4 tema besar dari semua studi, dan menulis ringkasan pendek tiap tema.

b. Menjelaskan kekurangan literatur saat ini dan alasan perlunya studi kita dengan cara menyebutka 3–4 alasan spesifik seperti:

  • Gap yang belum diteliti
  • Konteks/ kelompok yang belum dikaji
  • Keterbatasan desain terdahulu
  • Konflik hasil studi


Materi kali ini menjadi jembatan kita menuju:

  • Pernyataan tujuan (purpose statement)
  • Pertanyaan penelitian
  • Hipotesis (untuk kuantitatif)


Referensi

Creswell, J. W., & Guetterman, T. C. (2019). Educational research: Planning, conducting, and evaluating quantitative and qualitative research (6th ed.). Pearson.

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan baik dan sopan ya ^^

View My Stats